Selasa, 27 Juni 2017

Kerja lapang.




Sebagian lagi mungkin menganggap ini sebagai kerja yang hanya menjalankan tugas atau perintah dari pimpinan. Setelah pulang dari lapang langsung terima uang "walaupun ke lapang cuma minta tanda tangan kantor desa"

Namun bagi sebagian lain, kerja lapang adalah lahannya untuk menambah ilmu.
Menambah ilmu bercengkrama dengan  alam Nya yang maha luas.

Jika di kantor sana dipenuhi oleh kepentingan dan politik yang kadang membuat hati berucap miris, disini kami mencoba membangun diri dan hutan kami untuk menjadi lebih baik.

Tidakkah kalian miris saat dikantor hanya "okang-okang" kaki dibayar 100 ribu perhari dengan uang rakyat?
Masih kah kalian harus bertengkar dan berselisih paham demi kepentingan sempit kalian? Saat masyarakat butuh aksi nyata dari kita? Tidakkah kalian lihat senyum harap mereka disana, menunggu aksi nyata? Kenapa kerja harus dengan kepentingan pribadi, bukankah kerja itu ibadah kawan? Ataukah kalian bekerja untuk mengibadah pada  'kepentingan'?

Masih banyak diluar sana yang tak punya kesempatan, yang ikhlas membangun hutan mereka, kesempatan mengabdikan diri demi hutannya, jika disana di kantor yang dibangun dengan uang rakyat kalian masih sibuk dengan hiruk pikuk bertengkar demi kepentingan, maka betapa sedih dan miris nya hati mereka.


Pagi sabtu 15 oktober 2016.

Setelah 2 bulan lebih hidup dan bertemankan hutan.
Lama tidak mencoba menuliskan cerita tentang rangkaian hidup.
Bercerita untuk dijadikan catatan, pengingat diri dikala lupa.

Maret 2014 hari pertama kami mulai menginjakkan kaki dan mencoba mengukir cerita baru di ranah ini. Minang kabau,  Sumatera Barat.

Mengadu nasib bekerja di kesatuan pengelolaan hutan lindung (kphl) lima puluh kota.

Alhamdulillah saat ini sudah masuk tahun ke 3 kami disini.

2.5 tahun yang lalu, saat itu alhamdulillah di pertemukan dengan seorang pimpinan yang menurut kami beliau bukan hanya seorang pimpinan tapi lebih dari sekedar itu, bagi kami beliau adalah guru,  ayah, dan sekaligus mungkin teman dengan level pertemanan yang tentunya berbeda.

Bercerita, belajar, dinasehati,  dimarahi juga pernah mungkin :D, sama sama melihat dan mencoba menyikapi suatu "kejadian aneh" yang kami lihat sewaktu kami bekerja. Iya "kejadian aneh".

Menurut KBBI kata aneh berarti "suatu hal yang kita lihat tidak seperti biasanya" atau ganjil biasa orang bilang nya.

Kami melihat dan menyaksikan sendiri bagaimana orang bekerja seolah2 kerja itu memang hanya untuk mencari uang dan mengumpulkannya sebanyak-banyaknya. Saat semua menghalalkan segala cara untuk bisa makan uang sebanyak-banyaknya.
Bagi kami aneh memang :D
Meskipun memang masing2 pribadi punya arti dan niat tersendiri dalam mengartikan kata bekerja.

"Sekali lagi begitu aneh rasanya kalau bekerja hanya cuma soal bagaimana mencari uang sebanyak-banyaknya.
Uang akan datang dengan sendiri nya, bahkan akan datang dengan cara yang tidak disangka2. O tidak perlu dengan menggelapkan,  mengakal-akali, menghilangkan,  mark-up atau hal lain sebagainya. Tapi uang itu akan datang dengan sendirinya, jika!!! Kalau memang kita bekerja diniatkan untuk mendapatkan sesuatu yang lebih hak dan lebih mulia dari hanya soal uang. Bekerja lah untuk meningkatkan kualitas hidup,  pribadi dan keluarga. Uang tidak selalu akan menjadikan kita segalanya. Tapi dengan ilmu kalian akan memperoleh semuanya".

Begitulah kira2 kata-kata yang selalu beliau sampaikan.  Minimal 2 minggu sekali beliau pasti menyampaikan hal tersebut pada kami. :)
Semoga bermanfaat bagi diri.

Terima kasih Bapak,  sehat selalu, maaf jika salah dan khilaf, terima kasih telah membimbing kami. bekerja mencari ridho dan berkah.