Hari ini 20 Juli 2014.
Pemandangan sepanjang jalan menuju Lintau dari Kota Payakumbuh
GUNUNG SAGO.
Gunung yang sudah tidak aktif ini memisahkan dua kabupaten besar di Sumatera Barat yaitu Kab Lima Puluh Kota dan Kab Tanah Datar. karena memisahkan dua daerah tersebut maka gunung ini juga diberi nama sebagai Gunung Malintang (Malintang = Ada di tengah2, memisahkan 2 Objek).
Jadi menurut lelucon orang dulu mengatakan bahwa jika ada anak kampung yang jatuh cinta dengan orang payakumbuh, maka orang itu ditantang dulu untuk bisa melangkahi gunung sago terlebih dahulu. Bak pendekar sakti mencari kitab suci. :D
Jadi menurut lelucon orang dulu mengatakan bahwa jika ada anak kampung yang jatuh cinta dengan orang payakumbuh, maka orang itu ditantang dulu untuk bisa melangkahi gunung sago terlebih dahulu. Bak pendekar sakti mencari kitab suci. :D
Menurut sejarahnya bahwa gunung SAGO merupakan gunung yang meletus pada tahun 1600-an Gunung yang jika dilihat dr ketinggian berada sejajar dengan gunung merapi dan singgalang.
Gunung ini memiliki ketinggian sekitar 2261 mdpl.
Jika diurutkan dari utara ke selatan gunung SAGO berada di posisi paling depan, dibelakangnya ada merapi dan gunung singgalang.
Diantara ketiga gunung ini terdapat beberapa wilayah dan kota kabupaten besar yang diapitnya, yakni Payakumbuh-TanahDatar-Padang Panjang.
Gunung SAGO Sang Tiga Raja. Sebagian besar fisik gunung SAGO ini masih utuh dan berdiri gagah. Hanya pucuk gunung dan bagian tengah gunung yang hilang saat meletus. Hasil dari letusan tersebut menyisakan tiga bongkahan bukit besar yang terlihat melingkar dari kejauhan.
Layaknya 3 raja yang berdiri melingkar melindungi berlian mahkota mereka ditengah-tengahnya.
Layaknya 3 raja yang berdiri melingkar melindungi berlian mahkota mereka ditengah-tengahnya.
Jika dilihat dr arah utara Lintau maka kawah bekas letusan nya akan sangat jelas terlihat. Dengan pancaran cerah matahari siang, begitu indah nan megah gunung itu berdiri, walaupun tidak lagi berdiri sebagai gunung aktif namun gunung ini masih memiliki keindahan unik. Menurut sejarah, bahwa selain meninggalkan tiga bongkahan bukit besar, letusan gunung sago juga menghasilkan satu danau vulkanik yang ada di tengah-tengah lubang bekas kawahnya.
Gunung Sago dilihat dari Kab Lima Puluh Kota, Halaban
Gunung Sago dilihat dari Kab. Tanah Datar, Puncak Pato
Banyak manfaat yang telah disediakan oleh keberaan gunung ini, manfaat sumber air bersih, pemandangan indah maupun sumber mineral bagi tanah disekitar gunung. Serta manfaat-manfaat lainnya yang mungkin belum tergali oleh manusia.
Semoga dr tiga gunung besar ini masyarakat tetap dapat menjaga dan melestarikan hasil serta manfaat yang mereka peroleh dr hutan,ekosistem, lingkungan sekitar. Jika alam dimanfaatkan dengan semestinya, maka tanpa harus diminta dan ditagih maka alam akan memberikan manfaatnya secara langsung ataupun tidak langsung.Karena memang sang Illahi Rabbi menciptakan alam dan seisinya memang difitrahkan untuk kemakmuran umat manusia di muka bumi ini.
Sebagai mana yang Allah firmankan dalam Al Quran dalam surat Al Luqman ayat 20, berikut potongan ayatnya:
"Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentinganmu) apa apa yang ada di langit dan di bumi, dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan bathin. "
(Q.S Luqman ayat 20)
"Barang siapa yang bersyukur maka Akan Ku tambah nikmat dan karunia-Ku padamu dan jika kalian kufur maka azab Ku akan sangat pedih"
(Q.S Ibrahim ayat 7)
Puncak Pato siang itu.