tentang ramah warga hutan mu, tentang dingin nya malam berhiaskan jutaan bintangmu, tentang sejuknya lantai hutan mu.
Borneo.
Betapa bersyukurnya diri ini bisa merasakan hidup di tengah tengah engkau.
Di lebatnya hutanmu, di indah nya hamparan bukit-bukit di sepanjang daratan tinggi engkau.
Tak lagi ada rasa risau, tak ada rasa takut, tak ada rasa terasingkan, tak ada rasa cemas, tak ada rasa yang mengkerdilkan diri.
Disini ku menjadi diri sendiri, menjadi apa yang ku inginkan, menjadi apa yang selama ini tersirat di hati dan di fikiran ku.
Akan lebih terasa sepi dan sunyi bila diri berada di tengah keramaian kota, ditengah hingar bingar nya manusia, di tengah kemunafikan, dan keberpurapuraan orang-orang nan jauh dsana, di tengah tengah kota. Terlihat oportunis memang, namun seperti itulah rasa bahagianya hati untuk menggambarkan betapa bersahaja nya engkau, betapa jauh nya engkau dari segala bentuk hingar bingar.
Begitu tentram dan damainya hati dan fikiran berada di tengah-tengah hutanmu dan di tengah-tengah wargamu. Hidup dengan apa adanya, hidup dengan kesederhanaan nya,tak ada kesombongan, tak ada keberpura2an.
Disini semua melebur menjadi satu. Menjadi keluarga.
Apakah suatu saat nanti ku kan bisa menjadi bagian dari keluarga sederhana di tengah-tengah hutan borneo mu, entah lah '?'
Suara lirih Malam
