Senin, 01 Oktober 2012
Soul of **
Waktu yang saya habiskan di pegunungan
merupakan saat yang paling berarti dalam hidup saya. Orang boleh saja
berkata bahwa mendaki gunung adalah olah raga BODOH yang tak sepadan
dengan resikonya. Mungkin saja mereka benar. Tapi, saya mendaki karena
saya ingin menembus batas dunia saya. Saya tahu bahwa diri saya pilihan
terbaik yang dapat saya harapkan ketika menghadapi rasa takut dan
keraguan. (Gregory Crouch)
Rabu, 05 September 2012
Borneo
tentang ramah warga hutan mu, tentang dingin nya malam berhiaskan jutaan bintangmu, tentang sejuknya lantai hutan mu.
Borneo.
Betapa bersyukurnya diri ini bisa merasakan hidup di tengah tengah engkau.
Di lebatnya hutanmu, di indah nya hamparan bukit-bukit di sepanjang daratan tinggi engkau.
Tak lagi ada rasa risau, tak ada rasa takut, tak ada rasa terasingkan, tak ada rasa cemas, tak ada rasa yang mengkerdilkan diri.
Disini ku menjadi diri sendiri, menjadi apa yang ku inginkan, menjadi apa yang selama ini tersirat di hati dan di fikiran ku.
Akan lebih terasa sepi dan sunyi bila diri berada di tengah keramaian kota, ditengah hingar bingar nya manusia, di tengah kemunafikan, dan keberpurapuraan orang-orang nan jauh dsana, di tengah tengah kota. Terlihat oportunis memang, namun seperti itulah rasa bahagianya hati untuk menggambarkan betapa bersahaja nya engkau, betapa jauh nya engkau dari segala bentuk hingar bingar.
Begitu tentram dan damainya hati dan fikiran berada di tengah-tengah hutanmu dan di tengah-tengah wargamu. Hidup dengan apa adanya, hidup dengan kesederhanaan nya,tak ada kesombongan, tak ada keberpura2an.
Disini semua melebur menjadi satu. Menjadi keluarga.
Apakah suatu saat nanti ku kan bisa menjadi bagian dari keluarga sederhana di tengah-tengah hutan borneo mu, entah lah '?'
Suara lirih Malam
Minggu, 02 September 2012
Jumat, 31 Agustus 2012
'Like earth' ku menyebutnya
Betapa indahnya hidup d tengah alam nan asri ini...
JALAN PULANG SUKABUMI ('likeearth' ku menyebutnya), selalu menyuguhkan pemandang jagat raya tak terkira luar biasa. Takjub, heran, ucap syukur, dan bahagia terpatri dalam diri. Alhmdulillah masih dberi nikmat tuk melihat kebesaranNya.
Cahaya surya sore ini begitu indah, matahari bersembunyi malu dibalik gagahnya gunung Salak. Memancarkan cahaya merah jingganya ke bentang vertikal sawah dan hutan.
Embun sore menambah eksotisnya alam sore ini. Seperti kabut di puncak gunung sana, sejuk, segar dan romantis.
Gumpalan2 awan seakan menggambarkan semangat kebersamaan yang tak pernah lekang, putih bersih. Walau kadang terpisah angin tp mereka tak pernah lelah tuk bersatu kembali.
Gemuruh kereta mengantarkan semangat diri tuk menapaki hidup.
Langit memerah menambah rupawan nya lukisan alam sore ini. SubhanAllah mudah2an umur diri ini tetap bisa melihat keagunganNya, Amiin.
Tetap semangat,karena hidup penuh warna bila kau memahaminya..
suara lirih malam
JALAN PULANG SUKABUMI ('likeearth' ku menyebutnya), selalu menyuguhkan pemandang jagat raya tak terkira luar biasa. Takjub, heran, ucap syukur, dan bahagia terpatri dalam diri. Alhmdulillah masih dberi nikmat tuk melihat kebesaranNya.
Cahaya surya sore ini begitu indah, matahari bersembunyi malu dibalik gagahnya gunung Salak. Memancarkan cahaya merah jingganya ke bentang vertikal sawah dan hutan.
Embun sore menambah eksotisnya alam sore ini. Seperti kabut di puncak gunung sana, sejuk, segar dan romantis.
Gumpalan2 awan seakan menggambarkan semangat kebersamaan yang tak pernah lekang, putih bersih. Walau kadang terpisah angin tp mereka tak pernah lelah tuk bersatu kembali.
Gemuruh kereta mengantarkan semangat diri tuk menapaki hidup.
Langit memerah menambah rupawan nya lukisan alam sore ini. SubhanAllah mudah2an umur diri ini tetap bisa melihat keagunganNya, Amiin.
Tetap semangat,karena hidup penuh warna bila kau memahaminya..
suara lirih malam
Pejuang Jalanan
'?'
Dek, dengan petikan gitar kecilmu itu kau bernanyi, bernyanyi dengan suara lugu lima tahunmu.
Dek, dengan Mata kecilmu yang telah memerah dan berair itu kau menahan kantuk di hembusan angin malam.
Dek, tak kau hiraukan debu malam kan membuatmu sesak.
Dek, semoga semua yg kau telah lakukan ini menjadikanmu kuat dan tangguh untuk masa depan mu nanti.
"Karena
yg namanya pejuang itu adalah orang yg pernah merasakan kesulitan,
bersahabat dengan cobaan, bergelut dengan kekurangan, berkubang dengan
lumpur derita,merangkak dari yang kecil hingga nanti tumbuh besar"
untukmu para pejuang jalanan
Kamis, 30 Agustus 2012
Borneo #1
air matanya mengalir di sungai penuh lumpur dan tanah
Halaman rumah ku, Halaman Rumah kita, diam engkau terpaku dalam keheningan.
Menangis dalam kesepian, engkau terpaku kaku dalam ketakberdayaan.
Halaman rumahku berteriak dalam kebisuan tak bergerak, raungan mesin mengalahkan gagahnya engkau berdiri tegak.
Dentuman pohon rubuh mengisyaratkan halaman rumah ku butuh pertolongan, penghuninya ditebang dan dianiaya dalam kebisuan lembah bukit borneo.
Halaman rumahku menangis darah, air matanya mengalir di sungai penuh lumpur dan tanah, menggantikan tangis kebahagian di sungai nan dulu bersih dan jernih.
Halaman rumahku dilukai keci tak terpuji, rakus manusia mengalahkan rasionalitas hidup indah nan lestari.
Penghuninya dibunuh seketika setelah beratus2 tahun ia bertahan hidup.
Halaman rumah ku pun dikorbankan demi yang namanya keberlangsungan hidup manusia 'katanya'.
'Demi manusia' 'demi sang khalifah dunia'.
Penghuninya dibunuh seketika setelah beratus2 tahun ia bertahan hidup.
Halaman rumah ku pun dikorbankan demi yang namanya keberlangsungan hidup manusia 'katanya'.
'Demi manusia' 'demi sang khalifah dunia'.
Halaman rumah ku, diam engkau terpaku dalam hening dan sepi.
Dinginnya hutan, bukan berarti hidupmu kan sepi sendiri, izinkan diri ini merasakan engkau, membelai dan bercengkrama dgn mu d rimba borneo nan luas ini, izinkan ku menimba, dan menggali ilmu darimu, karena ku yakin belajar dari mu berarti aku belajar untuk mengenal dan mensyukuri nikmat dari-Nya.
Borneo, 30 Feb 12.
Langganan:
Komentar (Atom)
